Mesin Waktu Kosmos

24/10/2009 at 05:01 | Posted in Uncategorized | 2 Comments

Saking jauhnya bintang, digunakan tahun cahaya sebagai satuan untuk menghitung jarak. Bintang terdekat, yakni matahari, membutuhkan rata-rata 8 menit agar cahayanya tiba di bumi. Artinya, matahari yang kita lihat saat ini adalah matahari 8 menit yang lalu. Dengan demikian, bila matahari meledak, perlu 8 menit juga bagi kita sebelum akhirnya menyadari kiamat telah tiba.

Demikian pula dengan bintang dan planet yang berjarak ribuan, bahkan jutaan tahun cahaya. Informasi yang tiba kepada kita dari bintang atau planet tersebut adalah situasi mereka jutaan tahun yang lalu.

Menarik dipikirkan, bahwa hal sebaliknya juga terjadi terhadap bumi kita. Bila ada makhluk cerdas di planet yang berjarak jutaan tahun cahaya dari bumi, lewat teleskop canggih mereka, saat mereka melihat, yang mereka dapatkan adalah gambaran bumi kita jutaan tahun yang lalu.

Memikirkannya lebih jauh lagi, bila manusia berhasil menciptakan teknologi yang lebih dari kecepatan cahaya, maka kita akan bisa menengok masa lalu. Dengan demikian, maka alam semesta ibaratnya sebuah mesin waktu raksasa yang menyimpan trilyunan informasi masa lalu dari seluruh jagad raya.

Manusia juga sering dianalogikan dengan alam semesta. Bila jagad raya dikenal dengan makrokosmos, maka manusia biasa disebut mikrokosmos, dengan sejumlah penjelasan yang berusaha mendeskripsikan kemiripan manusia dengan sifat semesta.

Mesin waktu semesta memerlukan cahaya untuk menyimpan informasi dari masa lalu. Sejumlah manusia juga memancarkan cahaya sedemikian kuat, sehigga informasi tentang mereka tidak berhenti di masa mereka hidup, tapi melampauinya hingga masa depan dan memngaruhi banyak orang.

Tergantung kedekatan, intensitas cahaya tiap orang berbeda-beda. Dan ketika akhirnya musnah, yang tersisa adalah seberapa besar cahaya yang telah terpancar, dan seberapa banyak subjek yang menerima dan menyimpan cahaya tersebut, dan tidak ditelan oleh lubang hitam.

241009

HOODOO

27/07/2009 at 13:10 | Posted in Uncategorized | Leave a comment

Saya membuat blog. Lagi.

Lagi? Dan kemana blog-blog saya yang lain? Dengan sedih harus saya katakan bahwa setiap blog yang saya buat tidak berumur panjang, bahkan sejak postingan pertama. Beberapa masih setia memajang sapaan untuk dunia, Hello World!

Blog ini sepertinya akan bernasib sama. Semoga saja tidak, saya harap.  Hidup hanya serangkaian ketidakpastian dalam pandangan saya, jadi tidak ada salahnya saya membuat satu lagi blog, tanpa kepastian akan kelangsungan hidupnya sendiri, :mrgreen:

Untuk membuat blog baru, saya selalu dibingungkan dengan nama. Saya ingin membuat blog dengan nama yang sesuai dengan karakter saya. Tapi pada akhirnya kemalasan  mendorong saya untuk mencari nama dari lirik2 lagu keren yang saya punya. Pada akhirnya pilihan, dan satu-satunya pilihan, ditetapkan pada lagu-lagu milik Muse. Kenapa Muse? Entahlah, itu adalah bagian dari ketidakpastian hidup juga, meskipun yang mengenal saya mungkin bisa memprediksi bahwa saya akan memilih Muse sebagai inspirasi, sebagaimana Muse dalam tradisi Yunani adalah dewi-dewi kesenian. Tapi saya tidak terlalu yakin juga. Tidak yakin apakah teman-teman saya bisa memprediksi, tidak yakin akan memilih Muse, dan tidak yakin apakah Muse memang sekumpulan dewi yang berkecimpung dalam kesenian.

Hoodoo bukanlah lagu favorit saya, tapi bait pertamanya cukup menarik sehingga membuat saya menjadikan frase terakhirnya sebagai nama blog ini. Malah mungkin bisa dijadikan nama sekte, dan saya yang akan menyebarkan ajarannya. Ajaran Ketidakpastian. 😈

Hoodoo adalah fenomena geologi yang menyusun bebatuan sehingga menjulang seperti totem dengan piring diatasnya. Vokal Matt yang terdengar malas dan lambat di permulaan lagu dengan lentingan gitar dan piano yang pelan,  disusul hentakan piano dan drum kemudian,  terdengar seperti sesuatu yang rapuh sekaligus kokoh. Lagu-lagu Muse kebanyakan memang sangat cocok untuk dimainkan di pemakaman. Lagu ini salah satunya. Entahlah, ini hanya analisis amatir dari seorang penikmat lagu yang juga amatir.

Apa yang akan saya tuliskan disini? Entahlah. Sejak awal saya sudah berada di jalan ketidakpastian, maka saya akan menulis apa saja yang saya sukai. Dan saya harap orang-orang yang sempat melewati jalan ini pun bisa menyukainya.

Ini nih Hoodoo

Ini nih Hoodoo

.::MUSE – HOODOO::.

Come into my life
Regress into a dream
We will hide
Build a new reality
Draw another picture
Of the life you could have had
Follow your instincts
And choose the other path

You should never be afraid
You’re protected from trouble and pain
Why,
why is this a crisis in your eyes again

Come to be
How did it come to be
Tied to a railroad
No love to set us free
Watch our souls fade away
Let our bodies crumbling

Don’t be afraid
I will take the blow for you
And I’ve had recurring nightmares
That I was loved for who I am
And missed the opportunity
To be a better man

Hello world!

25/07/2009 at 05:41 | Posted in Uncategorized | 1 Comment

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!

Blog at WordPress.com.
Entries and comments feeds.